Teorema Pythagoras dan Aplikasinya

MASTER MATEMATIKA
Pengantar Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah atau problem solving adalah proses untuk menemukan solusi dari suatu masalah dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang sudah ada. Pemecahan masalah merupakan soft skill yang penting untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari – hari, terutama ketika harus menemukan solusi inovatif untuk masalah yang rumit
Kelas

Materi ini ditunjukan untuk siswa berbakat kelas 4, 5, 6, 7 dan 8

Presentasi
Video Pengantar
Video Lanjutan

.

Pre Test

.

Post Test

.

Referensi Tambahan

Teorema I. (Teorema Pythagoras) Untuk segitiga siku-siku dengan dua kaki $a, b$ dan sisi miring $c$, jumlah kuadrat kaki-kakinya sama dengan kuadrat sisi miringnya, yaitu $a^2 + b^2 = c^2$.

Teorema II. (Teorema Invers) Jika panjang $a, b, c$ dari tiga sisi suatu segitiga memiliki hubungan $a^2 + b^2 = c^2$, maka segitiga tersebut pastilah segitiga siku-siku dengan dua kaki $a, b$, dan sisi miring $c$.

Ketika menyelidiki segitiga siku-siku (atau singkatnya, segitiga siku-siku), kesimpulan berikut sering digunakan:

Teorema III. Suatu segitiga adalah segitiga siku-siku, jika dan hanya jika median pada salah satu sisinya adalah setengah dari sisi tersebut.

Teorema IV. Jika sebuah segitiga siku-siku memiliki sudut dalam sebesar $30°$, maka kaki di hadapannya adalah setengah dari sisi miringnya.

Contoh Soal

  1. Diketahui keliling segitiga siku-siku adalah $(2 + \sqrt{6})$ cm, median pada sisi miringnya adalah $1$ cm, carilah luas segitiga tersebut.


    Solusi: Teorema III mengimplikasikan bahwa $AD = BD = CD = 1$, maka $AB = 2$. Misalkan $AC = b, BC = a$, maka $$a^2+b^2=2^2=4\text{ dan }a+b=\sqrt{6}$$ Oleh karena itu $6=(a+b)^2=a^2+b^2+2ab$, maka $$ab=\frac{6-4}{2}=1,$$ luas segitiga $ABC$ adalah $\frac{1}{2}$.

  2. Seperti yang ditunjukkan pada gambar, $∠C = 90◦, ∠1 = ∠2, CD = 1,5$ cm, $BD = 2,5$ cm. Tentukan $AC$.


    Solusi:
    Dari $D$, masukkan $DE ⊥ AB$, yang berpotongan dengan $AB$ di $E$. Ketika kita melipat bidang tempat $\Delta CAD$ berada di sepanjang garis $AD$, maka $C$ berimpit dengan $E$, sehingga $$AC=AE,\text{ }DE=CD=1.5\text{ (cm)}.$$ Dengan menerapkan Teorema Pythagoras pada $\Delta BED$, $$BE=\sqrt{BD^2-DE^2}=\sqrt{6.25-2.25}=2\text{ (cm)}.$$ Misalkan $AC = AE = x$ cm dan menerapkan Teorema Pythagoras pada $\Delta ABC$ menghasilkan persamaan $$(x+2)^2=x^2+4^2,$$ $$4x=12,∴ x = 3.$$ Jadi, $AC=3$ cm.

  3. Seperti yang ditunjukkan pada gambar, $ABCD$ adalah persegi, $P$ adalah titik dalam sehingga
    $PA : PB : PC = 1 : 2 : 3$. Tentukan $∠APB$ dalam derajat.


    Solusi: Tanpa mengabaikan keumumannya, kita asumsikan bahwa $PA = 1, PB = 2, PC =3$. Putar $\Delta APB$ mengelilingi $B$ sebesar $90◦$ searah jarum jam, sehingga $P → Q, A → C$, maka $\Delta BPQ$ adalah segitiga siku-siku sama kaki, oleh karena itu $$PQ^2=2PB^2=8,CQ^2=PA^2=1,$$ Oleh karena itu, berdasarkan Teorema Pythagoras, $$PC^2=9=CQ^2+PQ^2,\text{ }\angle CQP=90^o.$$ Maka $\angle APB=\angle CQB=90^o+45^o=135^o.$

  4. Diagram menunjukkan segi enam $ABCDEF$ yang terdiri dari lima segitiga siku-siku sama kaki $ABO, BCO, CDO, DEO, EFO$, dan segitiga $AOF$, dengan $O$ adalah titik potong garis $BF$ dan $AE$. Diberikan $OA = 8$ cm, tentukan luas $\Delta AOF$ dalam cm².



    Solusi: Bentuk $$OC=\frac{1}{\sqrt{2}}OB=\left(\frac{1}{\sqrt{2}}\right)^2OA=\frac{1}{2}OA,$$ $$OE=\frac{1}{\sqrt{2}}OC=\frac{1}{4}OA=2\text{ (cm)}.$$ Karena Rt$\Delta EFO\sim$ Rt$\Delta ABO,$ $$EF=OF=\frac{1}{4}OB=\frac{1}{4\sqrt{2}}OA.$$ Misalkan $FG\bot AE$ di $G$, maka $FG=\frac{1}{\sqrt{2}}OF$
    $=\frac{1}{8}OA=1$ cm. Maka, Luas $\Delta AOF$, $S_{\Delta AOF}$, diberikan oleh $$S_{\Delta AOF}=\frac{1}{2}AO\cdot FG=4\text{ }(\text{cm}^2).$$
  5. (Rumus median) Pada $\Delta ABC$, $AM$ adalah median pada sisi $BC$. Buktikan bahwa $AB^2 + AC^2 = 2(AM^2 + BM^2)$.



    Solusi: Misalkan $AD ⊥ BC$ pada titik $D$. Berdasarkan Teorema Pythagoras, $$AB^2=BD^2+AD^2=(BM+MD)^2+AD^2$$ $$=BM^2+2BM\cdot MD+MD^2+AM^2-MD^2$$ $$=BM^2+AM^2+2BM\cdot MD.$$ Demikian pula, kita punya $$AC^2=CM^2+AM^2-2MC\cdot MD.$$ Dengan demikian, dengan menambahkan kedua persamaan tersebut, karena $BM = CM$, $$AB^2+AC^2=2(AM^2+BM^2).$$ Catatan: Jika $AM$ diperluas ke $E$ sehingga $ABEC$ merupakan jajargenjang, maka rumus mediannya sama dengan aturan jajargenjang: $$AB^2+BE^2+EC^2+CA^2=AE^2+BC^2.$$
  6. Pada gambar, $∠C = 90◦, ∠A = 30◦, D$ adalah titik tengah $AB$ dan $DE ⊥ AB, AE = 4$ cm. Tentukan $BC$.



    Solusi: Hubungkan $BE$. Karena $ED$ adalah garis bagi tegak lurus $AB, BE = AE$, maka $∠EBD = ∠EBA = ∠A = 30◦, ∠CBE = 60◦ − 30◦ = 30◦,∴ CE = 12BE = DE = 12AE = 2$ cm.
    Sekarang misalkan $BC=x$ cm, maka dari Teorema Pythagoras, $$(2x)^2=x^2+6^2\Longrightarrow x^2=12\Longrightarrow x=\sqrt{12}=2\sqrt{3}\text{ cm}.$$ Maka, $BC=2\sqrt{3}$ cm.
  7. Untuk $\Delta ABC, O$ adalah titik dalam, dan $D, E, F$ masing-masing berada pada $BC, CA, AB$, sehingga $OD ⊥ BC, OE ⊥ CA$, dan $OF ⊥ AB$. Buktikan bahwa $AF² + BD² + CE² = BF² + DC² + AE²$.



    Solusi: Dengan menerapkan Teorema Pythagoras pada segitiga $OAF, OBF, OBD, OCD, OCE$ dan $OAE$, maka dapat disimpulkan bahwa
    $AF^2+BD^2+CE^2$
    $=AO^2-OF^2+BO^2-OD^2+CO^2-OE^2$
    $=(BO^2-OF^2)+(CO^2-OD^2)+(AO^2-OE^2)$
    $BF^2+DC^2+AE^2$
    Kesimpulannya terbukti.
  8. Pada diagram di bawah ini, $P$ merupakan titik interior $\Delta ABC, PP_1 ⊥ AB, PP_2 ⊥ BC, PP_3 ⊥ AC$, dan $BP_1 = BP_2, CP_2 = CP_3$, buktikan bahwa $AP_1 = AP_3$.



    Solusi: Untuk segi empat $AP_1BP$, karena kedua diagonalnya saling tegak lurus,
    $AP_1^2+BP^2=AF^2+P_1F^2+BF^2+PF^2$
    $=AP^2+BP_1^2.$
    Dengan mempertimbangkan $AP_3CP$ dan $PCP_2B$ masing-masing, maka dapat disimpulkan bahwa $$AP^2+CP_3^2=AP_3^2+PC^2,$$ $$BP_2^2+PC^2=PB^2+CP_2^2.$$ Kemudian menambahkan ketiga persamaan tersebut menghasilkan $$AP_1^2=AP_3^2, ∴AP_1=AP_3.$$
  9. Pada persegi $ABCD$, $M$ adalah titik tengah $AD$ dan $N$ adalah titik tengah $MD$. Buktikan bahwa $∠NBC = 2∠ABM$.



    Solusi: Misalkan $AB = BC = CD = DA = a$. Misalkan $E$ adalah titik tengah $CD$. Misalkan garis $AD$ dan $BE$ berpotongan di $F$.
    Berdasarkan simetri, kita peroleh $DF = CB = a$. Karena segitiga siku-siku $ABM$ dan $CBE$ simetris pada garis $BD$, maka $∠ABM = ∠CBE$. Cukuplah menunjukkan $∠NBE = ∠EBC$, dan untuk ini kita hanya perlu menunjukkan $∠NBF = ∠BFN$ karena $∠DFE = ∠EBC$.
    Dengan asumsi kita punya $$AN=\frac{3}{4}a,\text{ }∴NB=\sqrt{(\frac{3}{4}a)^2+a^2}=\frac{5}{4}a.$$ Di sisi lain, $$NF=\frac{1}{4}a+a=\frac{5}{4}a,$$ Jadi $NF=BN$, maka $\angle NBF=\angle BFN$.

Solusi dari setiap Permasalahan diberikan pada kelas online

“I am not a product of my circumstances. I am a product of my decisions.”

Stephen R. Covey

Stephen R. Covey

Keranjang Belanja
Scroll to Top